DAMPAK GETARAN PADA PERTUMBUHAN DAN TINGKAH LAKU MAKHLUK HIDUP

Oleh:

Afton Antabany, Arman Djohan, Eko Kuswanto

Muhamad Fatah, Muhammad Sabri, Rudi Rawendra,

Ruhyat Partasasmita, Sayu Putu Yuni Paryati, Wazir Mawardi

Yushardi

  1. 1. PENDAHULUAN

Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu warna. Dalam kenyataannya hanya terdapat atom dan kehampaan.  Artinya, obyek dari penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian.  Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata (Plato).

Bila diperhatikan segala gejala alam yang timbul di alam semesta ini adalah merupakan suatu gerakan yang teratur mulai dari  galaksi sampai ke bagian terkecil dari struktur benda di alam ini.  Kehidupan makluk didunia ini pun mengalami pergerakan mulai dari kehidupan sosial sampai ke organ tubuh terkecil sekalipun.  Demikianlah yang terjadi pada aktivitas makhluk hidup yang ditandai dengan pergerakan ion-ion yang mengakibatkan timbulnya  getaran dalam bentuk suatu gelombang yang bergerak secara periodik dengan frekuensi dan simpangan tetap dan tertentu,. kecuali adanya gangguan atau hambatan yang mempengaruhi langsung atau menginduksi gerakan tersebut. Frekuensi  yang ditimbulkan tergantung bentuk, ukuran dan struktur organ bersangkutan, bahkan akan timbul getaran dengan sejumlah frekuensi yang berbeda yang disebut spektrum.

Makhluk hidup melalui organ-organnya  menghasilkan getaran dengan beragam frekuensi.   Frekuensi getaran  yang dibangkitkan berkisar dari 5 Hrz sampai ke gelombang cahaya tergantung jenis organnya. Frekuensi yang dapat didengar manusia berkisar dari 20 Hz sampai dengan 20 Khz disebut dengan getaran suara atau akustik. Ada dua sumber  getaran yang dibangkitkan makluk hidup yaitu dari pita suara dan organ-organ tubuh lainnya. Getaran atau suara yang dibangkitkan dari pita suara mempunyai makna tertentu dan merupakan alat komunikasi antar sesamanya.  Sedangkan getaran yang timbul dari organ-organ tubuh lainnya menunjukan kondisi fisik maupun spiritual makluk bersangkutan.  Demikian pula  getaran yang diinduksi ke makluk hidup dapat mempengaruhi tingkah laku dan pertumbuhan baik mempercepat atau memperlambat.

2. TUJUAN

Tujuan dari makalah ini dimaksudkan untuk mencari tahu teori pengaruh getaran terhadap pertumbuhan dan tingkah laku makluk hidup yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk perkembangan ilmu pengetahuan lainnya dalam kehidupan hewan dan tumbuhan khususnya pertumbuhan maupun reproduksi hewan dan tumbuhan tertentu.  Sebaliknya dapat dimanfaatkan sebagai pembasmi hewan (hama) yang merugikan

Mencari tahu gejala apa yang terjadi dari getaran atau suara yang ditimbulkan hewan tertentu dan selanjutnya akan digunakan sebagai  metode untuk penyembuhan, sinyal adanya bahaya baik alam maupun gangguan  makhluk lainnya, penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berwawasan konservasi, penentuan potensi setiap jenis ikan tertentu dilaut, atau juga migrasi hewan pada musim-musim tertentu untuk melestarikan kelanjutan kehidupan satwa .

3.  KEJADIAN DAN  HASIL PENGAMATAN YANG ADA

Dalam berkomunikasi manusia maupun hewan mengeluarkan suara yang dapat dimengerti oleh sesamanya sebagai informasi atau sinyal. Misalnya  sinyal adanya serangan musuh agar hewan sekelompoknya dapat menghindar.  Demikian pula saat proses kehidupan lainnya seperti proses perkawinan, bertelur atau melahirkan, minta tolong, stres, senang, dan sebagainya setiap jenis hewan akan membangkitkan suara getaran dengan frekuensi dan spektrum tertentu yang dimengeti  oleh kelompoknya (Myrberg, 1981).

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya hasil pengamatan pada ikan yang dilakukan beberapa pakar antara lain, Pada tahun 1998 dan tahun 2001, pakar-pakar dari Intitute for Coastal and Marine Resources, Departement of Biology, Departement of Physics East Carolina University, Greenville, USA,  telah melakukan pengamatan getaran suara yang dibangkitkan tbeberapa jenis ikan  yaitu weakfish, spotted seatrout dan ikan red drum dalam keadaan normal maupun sedang bertelur (Luczkovich 1998; Collins 2001). Demikian pula pada tahun 2002, tim peneliti dari Pusat penelitian sains dan teknologi UI, mengamati getaran yang dibangkitkan sekelompok ikan mas dan ikan bandeng yang sedang bergerombol di Akuarium Seaworld dan hasilnya diperoleh getaran dengan frekuensi rendah yaitu 7 Hz dengan spektrum yang berbeda.

Hal yang sama dilakukan oleh pada serangga dimana para peneliti dari Departemen Pertanian Amerika Serikat bersama tim akhli dari Universita Florida, Universitas Auburn dan Pusat penelitian Universitas Pertanian dan Mekanika, telah mendeteksi getaran  suara yang ditimbulkan oleh sejenis hewan serangga bawah tanah (White Grubs) untuk berbagai kondisi antara lain, sedang makan, bergerak, dan bertelur.  (Mankin and McCoy 1998).

Dan bagaimana pengaruh terhadap pertumbuhan atau tingkah laku makluik hidup bila diberikan getaran dengan spektrum frekuensi tertentu. Yang serting dihadapi bila terjadi gesekan antara dua jenis benda misalnya logam, akan menimbulkan perasaan ngilu di gigi, dan bila getaran tersebut dibangkitkan selang waktu yang cukup lama, mungkin berakibat fatas. Pengamatan yang pernah dilakukan adalah membangkitkan getaran suara dengan frekuensi 11 KHz secara kontinyu akan berakibat terasa pusing, memekakkan telinga manusia, bahkan mungkin dapat mematikan. Demikian pula hasil penelitian lain yang menunjukkan bahwa pembangkitan getaran dengan frekuensi rendah akan mengakibatkan keadaan perut  terasa mual dan ingin muntah.   Sisi lain pada keseharian kehidupan manusia adalah gesekan antarbenda dengan frekuensi tertentu akan menyebabkan perasaan ngilu pada gigi.

Demikian pula penelitian yang dilakukan suatu kelompok perternak sapi perah di Wisconsin, USA, menyimpulkan bahwa musik Rock and Roll dapat menyebabkan induk sapi betina menjadi tegang (stres).  Selama satu tahun WDFA melakukan studi secara tertutup dan membandingkan level produksi susu induk sapi yang mendengarkan variasi dan tipe-tipe musik. Peternak-peternak sapi perah tertarik untuk mendapatkan satu bentuk musik tertentu lebih produktif daripada bentuk musik lainnya.  Jadi mereka dapat menerapkan suatu sistem musik dikandangnya.

Produksi susu ditabulasi setiap minggu, lalu dibandingkan dan diidentifikasi musik mana yang terproduktif bagi induk sapi betina. Hasilnya, artis-artis penyanyi seperti Slipknot, Linkin Park dan Marilyn Manson menghasilkan sedikit susu atau tidak sama sekali.  Bagaimanapun suara asli dari penyanyi rock seperti Blink 182 dan Green Day menyebabkan susu mengalir seperti sebuah sungai.

Bagaimana pada tanaman. Dari pengalaman yang pernah dihadapi, tanaman yang terletak di rumah yang tidak dihuni tidak  berbuah sedangkan tanaman yang dihuni  berbuah lebat (dengan kondisi kedua tanaman tersebut tetap dipelihara). Demikian selanjutnya setelah rumah tersebut dihuni, semua tamanan berbuah dengan lebat.

4.  TEORI DAN TELEOLOGI

Getaran yang dibangkitkan secara terus menerus (kontinyu)  akan mengakibatkan strees, mual atau pusing tergantung dari frekuensi yang dibangkitkan. Setiap organ tubuh dalam prosesnya membangkitkan getaran dengan frekuensi tertentu tergantung dari ogan tubuhnya.  Bila suatu getaran dibangkitkan dari suatu sumber tertentu yang frekuensi sama dengan frekuensi salah satu organ tubuh,  maka akan terjadi resonansi pada organ tubuh tersebut dan akibatnya akan timbul gangguan melalui susunan syarafnya seperti mual, pusing, ngilu sakit pada salah satu organ tubuh bersangkutan.

Perihal bangzabar
InDah-nya Berbagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: