Perlukah Identifikasi Stok Ikan?

STOK ikan umumnya didefinisikan sebagai populasi ikan di perairan tertentu. Namun, orang sering kali memahami istilah stok dan populasi ikan sebagai suatu hal yang sama saja sehingga penggunaan kedua istilah ini menjadi sering rancu.

SEBENARNYA istilah stok lebih mengarah pada kelimpahan dan pengelolaan sumber daya tersebut, sedangkan populasi lebih terfokus pada aspek biologinya. Para ahli perikanan membedakan stok dan populasi ikan lebih tegas lagi. Stok memiliki pola migrasi dan lokasi pemijahan tertentu, sedangkan populasi ikan adalah kelompok suatu jenis ikan tertentu yang menempati daerah tertentu pada waktu tertentu.

Sampai saat ini ikan di dunia diperkirakan ada 28.400 jenis, sedangkan yang ditemukan di perairan Indonesia ada lebih dari 25.000 jenis (FishBase 2000). Walaupun demikian, jenis yang dapat dimanfaatkan sebagai ikan pangan jumlahnya terbatas, hanya berkisar 1-5 persen, ikan hias kurang dari 1 persen, dan selebihnya diperkirakan berperan dalam sistem rantai makan di ekosistem perairan.

Meskipun jumlah jenis ikan pangan persentasenya kecil, jumlah jenisnya di perairan Indonesia masih jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan di perairan belahan bumi utara. Kondisi ini merupakan kendala sekaligus tantangan. Kendalanya adalah tingkat kesulitan yang cukup tinggi dalam mengkaji stok perikanan, khususnya ikan laut, yang disebabkan begitu banyak jenis ikan yang berada di suatu perairan tertentu, dengan tingkat dominansi yang rendah dari jenis tertentu.

Selanjutnya, kendala ini juga menjadi lebih kompleks karena terjadinya migrasi ikan yang mengikuti perubahan musim dan pola arus. Selain itu, ada tantangan berupa keharusan untuk dapat mengungkapkan potensi sumber daya ini secara baik dan benar untuk mendukung usaha pengelolaannya yang lestari.

Terlepas dari berbagai kendala tersebut, perlu sekali dipikirkan langkah-langkah ke depan yang lebih sistematik untuk mendukung pengkajian stok ikan secara baik dan benar. Sedikitnya ada dua pekerjaan yang sangat diperlukan, yaitu mengetahui komposisi jenis ikan menurut skala ruang dan waktu dengan fokus pada jenis yang bernilai ekonomi. Adapun pekerjaan berikutnya adalah mengidentifikasi apakah populasi ikan-ikan tersebut berasal dari stok yang sama atau tidak.

Manfaat identifikasi stok

Stok ikan di laut dapat berpindah dari satu perairan ke perairan yang lain dengan kemungkinan melewati batas-batas kedaulatan suatu negara. Sekiranya ini terjadi, peranan dari identifikasi stok ikan akan sangat berharga, tidak saja untuk mengetahui karakter dan asal-usul stok tersebut, tetapi informasinya dapat dipergunakan dalam pengaturan operasi penangkapan ikan.

Sebagai contoh, perairan pantai barat Amerika serikat merupakan lokasi penangkapan ikan sardin (Californian sardine). Ikan yang tersebar di sepanjang pantai barat Amerika ini diidentifikasi hanya terdiri dari satu stok dengan lokasi pemijahannya di bagian utara Amerika yang merupakan teritori Kanada. Setelah dewasa, ikan sardin ini bermigrasi ke selatan memasuki wilayah laut Amerika dan akan kembali ke utara lagi untuk memijah. Demikianlah siklus hidup dari stok ikan sardin.

Berdasarkan dengan pemahaman itu, Amerika memberikan kuota kepada Kanada untuk mengoperasikan kapal penangkap sardin di wilayah laut Amerika sebagai kompensasi dalam pengelolaan bersama sumber daya sardin. Ini salah satu contoh dari pemanfaatan hasil identifikasi stok ikan dalam pengelolaan sumber daya ikan.

Metode identifikasi stok

Ada sedikitnya tujuh alternatif metode dalam pengkajian stok ikan di suatu perairan, yaitu parameter populasi, penandaan, fisiologi dan tingkah laku, morfometrik dan meristik, struktur berkapur/kalsium, cytogenetic, serta elektroforesis dan mitokondria DNA. Parameter populasi dapat menggambarkan karakter populasi jenis tertentu.

Pendekatan fisiologi dan tingkah laku dipergunakan terutama untuk menentukan kemampuan adaptasi stok terhadap lingkungannya. Morfometrik, meristik, dan struktur kalsium dipergunakan untuk mempelajari hubungan antarindividu di dalam maupun antarstok. Adapun cytogenetic, elektroforesis, dan mitokondria DNA merupakan metode dengan prinsip biokimia, yang sangat berguna untuk mempelajari sifat-sifat genetika dari suatu stok ikan.

Setiap metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan, dan tentunya akan berpengaruh pada hasil yang dicapai. Sebagai contoh, parameter populasi, morfometrik, dan meristik dapat dikerjakan dengan peralatan yang sederhana, yaitu mikroskop, alat ukur panjang dan timbangan untuk mengukur bobot ikan, di samping buku identifikasi, sehingga biayanya murah tetapi memerlukan banyak sampel, membutuhkan tenaga kerja dan waktu yang banyak.

Teknik dengan prinsip genetika memang akan menghasilkan komposisi genetika dari setiap individu sample ikan, dan tentunya ini akan sangat akurat dalam membedakan stok ikan. Namun, biaya analisisnya masih dianggap mahal. Hal itu disebabkan mahalnya harga bahan kimia dan peralatan yang dipergunakan. Di samping itu, juga diperlukan tenaga-tenaga yang terlatih baik dalam mengerjakan analisis ini.

Di Indonesia

Bagi Indonesia, persoalan identifikasi stok ikan ini bukan merupakan hal yang baru. Pertengahan tahun 1980-an sudah dilakukan pekerjaan penandaan ikan cakalang di Kawasan Timur Indonesia untuk mengetahui pergerakannya dan sekaligus melacak keadaan stok. Kesimpulannya ada stok lokal dan stok migrasi, namun penelitian ini tidak diteruskan untuk mengkaji di mana stok lokal dan migrasi ini memijah dan bagaimana karakter dari masing-masing stok secara lebih detail.

Kajian identifikasi stok ikan layang (Decapterus spp) yang dilakukan oleh Philippe Borsa dan kawan-kawan di kawasan perairan Indo-Malaya perlu diacungkan jempol. Hasil temuan mereka mengindikasikan hanya ada satu stok ikan layang jenis Decapterus russeli dengan sedikit variasi genetika.

Informasi selanjutnya yang diperlukan adalah di mana lokasi pemijahannya dan pola ruaya tetapnya, apakah di luar atau di dalam wilayah kedaulatan Indonesia? Informasi ini diperlukan dalam rangka pemanfaatan sumber daya ikan ini secara rasional dan pengelolaannya yang lebih arif, terutama dengan pihak negara tetangga.

Banyaknya jenis ikan komersial dan luasnya wilayah laut Indonesia menyebabkan identifikasi stok ikan tidak dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Diperlukan suatu program yang lebih khusus untuk pengkajian stok ikan sehingga skala prioritas dapat ditentukan.

Kendala lain yang dihadapi adalah penyediaan fasilitas laboratorium untuk analisis, terutama laboratorium genetika perikanan, dan juga sumber daya manusia yang memadai. Cepat atau lambat, informasi mengenai karakter stok ikan ini akan sangat diperlukan, terutama dalam pengaturan lokasi dan musim penangkapan, penentuan jumlah armada yang beroperasi, dan bahkan sebagai masukan untuk membuat perjanjian dengan negara lain.

Augy Syahailatua Puslit Oseanografi LIPI

Perihal bangzabar
InDah-nya Berbagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: